Bekal, Cara Jitu Ersa Mayori Untuk Cukupi Kebutuhan Nutrisi Anak


Kebiasaan untuk mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan harus ditanamkan sejak dini pada anak. Dilansir dari kumparan Sejak memasuki masa MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu), ibu telah memegang tongkat estafet dan bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan gizi anak.

Makanan yang diberikan pada anak pun tak boleh sembarangan, dan harus memenuhi syarat empat sehat lima sempurna. Agar si kecil suka, ibu pun harus rajin dan pintar-pintar dalam mengkreasikan menu makanan.

Seperti menu 4 bintang yang mengandung empat nutrisi: karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan vitamin dari sayuran. Biasanya, ibu bisa coba mengolah kentang, nasi, daging sapi, tempe, brokoli, wortel, dan kaldu ayam.

Namun seiring berjalannya waktu, si kecil pun mulai memasuki usia sekolah yang menyita banyak waktu. Ibu pun mulai kesulitan untuk mengontrol makanan apa saja yang masuk ke dalam tubuh anak.

Permasalahan yang sama pun dialami oleh aktris Ersa Mayori. “Aku sangat memerhatikan asupan, apa yang masuk ke dalam mulut anak. Karena sebagai seorang ibu aku bertanggung jawab menularkan gaya hidup sehat kepada anak dan keluarga,” tuturnya saat ditemui kumparan pada acara peluncuran FiberCreme oleh Ellenka di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/8).

Ersa juga berpendapat, bahwa gaya hidup dan pola makan sehat hanya bisa dilakukan anak jika melihat contoh baik dari orangtuanya. Jika ibu dan ayahnya rajin makan sayur dan buah, maka sang anak juga kan memiliki kebiasaan baik yang sama.

Soal upaya yang dilakukan untuk mengontrol asupan nutrisi dan serat yang masuk ke tubuh anaknya, perempuan yang akrab disapa Eca ini mengaku menjadikan bekal sebagai cara andalannya.

“Anak aku selalu dibekali makanan, snack, dan lain-lain. Sarapan dulu di rumah karena (di sekolah) enggak tahu dia bakal jajan apa aja,” tutur Eca. Ia juga menyarankan para ibu untuk selalu memerhatikan makanan apa yang disukai anak dan tidak.

“Cek kotak makannya, buat ngelihat makanan apa yang dimakan, apa yang enggak,” jelas Eca. Dari sanalah ia mengaku bisa menganalisa, apakah nutrisi dan serat yang didapat anaknya sudah tercukupi atau belum.

Jika merasa asupan nutrisi sang buah hati masih belum tercukupi, Eca akan menyiasatinya dengan membuatkan camilan, seperti jelly yang kaya serat.

“Kalau sayurnya enggak dimakan, aku siasati dengan buatkan snack di sore hari seperti sereal atau jelly agar kebutuhan serat terpenuhi. Intinya, kita harus pintar membuat olahan menarik dan sehat untuk anak,” tutupnya.

Sumber : kumparan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *